Beranda PENGETAHUAN Pembuatan Profil Fitokimia Ekstrak Daun Teh Kumis Kucing (Orthosiphon Stamineus)

Pembuatan Profil Fitokimia Ekstrak Daun Teh Kumis Kucing (Orthosiphon Stamineus)

21
0

Abstrak

Tanaman terkenal dalam industri farmasi karena keanekaragaman strukturalnya yang luas serta berbagai aktivitas farmakologisnya. Obat-obatan herbal telah memperoleh manfaat besar dalam beberapa tahun terakhir karena nilai dan efektivitas biaya dan karena komplikasi serius dari obat sintetis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti fitokimia yang ada dalam stamineus Orthosiphon. Pembuatan profil bioaktif dilakukan dengan uji fitokimia pendahuluan untuk metabolit sekunder, GCMS untuk konstituen volatil dan LCMS untuk konstituen nonvolatil. Analisis HPLC menunjukkan adanya flavonoid. Analisis GCMS dan LCMS menunjukkan adanya banyak senyawa dengan nilai obat. Dengan demikian penelitian kali ini akan membuat cara produksi obat-obatan herbal untuk berbagai penyakit dengan menggunakan tanaman ini. Karena berbagai komponen bioaktif, tanaman juga dapat bertindak sebagai sumber potensial untuk sintesis nanopartikel hijau.

Introduction

Pabrik masih menyisakan sumber utama untuk penemuan obat sebelum molekul sintetis. Organisasi Kesehatan Dunia mengantisipasi bahwa sekitar 80% populasi dunia bergantung pada jamu [1]. Zat yang dihasilkan dari tanaman tetap menjadi dasar sebagian besar obat komersial yang digunakan saat ini untuk pengelolaan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, nyeri, asma dan penyakit menular [2]. Tanaman obat dewasa ini semakin diminati oleh para peneliti karena keamanan dan sifat restorasinya yang disebabkan oleh campuran yang kompleks. Orthosiphon stamineus biasanya dikenal sebagai misaim kucing. Kumis kucing dan kumis kucing. O. stamineus umumnya tumbuh di Asia Tenggara dan negara tropis. Daun tanaman ini dikenal sebagai “Teh Jawa” dan banyak digunakan untuk tujuan pembuatan teh herbal umumnya di negara-negara Asia Tenggara dan Eropa [3]. Nama tambahan untuk O. stamineus termasuk Orthosiphon aristatus, Orthosiphon spicatus, Orthosiphon blaetter, kumis kucing, Indischer Nierentee, Feuilles de Barbiflore, dan de Java. Spesies Orthosiphon dikategorikan menjadi dua varietas: satu dengan bunga putih (varietas putih) dan yang lainnya dengan bunga ungu muda (varietas ungu). Varietas ungu mengandung lebih banyak senyawa bioaktif daripada yang putih. Biasanya, ujung daun dan batang memiliki nilai obat. Karena khasiat ini, tanaman ini telah banyak ditaklukkan secara adat untuk mengobati beberapa penyakit dan kondisi manusia seperti diuretik, rematik, sakit perut, radang ginjal dan kandung kemih, edema, asam urat, dan hipertensi [4-6]. Daun O. stamineus menunjukkan aktivitas farmakologis yang cemerlang seperti antioksidan, antibakteri, hepatoprotektif, antiinflamasi, sitotoksik, antihipertensi, dan vasodilatasi [7-9]. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa tanaman ini mengandung flavon, polifenol, protein bioaktif, glikosida, minyak atsiri, dan kalium dalam jumlah besar [10]. Zat kimia tumbuhan non gizi disebut sebagai fitokimia yang memiliki khasiat untuk melindungi atau mencegah penyakit. Tanaman menghasilkan bahan kimia ini untuk melindungi diri mereka sendiri tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk mengobati penyakit manusia secara aktif [11]. Ada ribuan fitokimia, masing-masing memiliki sifat farmakologisnya sendiri [12]. Mempertimbangkan nilai obat tanaman, penelitian ini dilaksanakan untuk menggerakkan senyawa fitokimia dalam ekstrak daun berair dari O. stamineus dengan skrining fitokimia kualitatif dan untuk mengidentifikasi setiap senyawa spesifik dengan konsentrasinya dengan HPLC, Kromatografi Gas – Spektrum Massa (GCMS) dan analisis LCMS-MS.

Dari data penelitian tersebut yang dilakukan di India, bahwa ekstrak daun kumis kucing memiliki aktifitas farmakologi, antara lain: dapat menghilangkan nyeri (pain relief), antioksidan untuk menangkal radikal bebas, antibakteri, hepatoprotektif (melindungi sel kulit), antiinflamasi (antipembengkakan), menghancurkan sel kulit mati, anti hipersensitif kulit dan melancarkan peredaran darah dibawah kulit.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here